Skip to content
  • bodhidharma
  • bodhidharma
  • bodhidharma
  • bodhidharma
  • bodhidharma
  • bodhidharma
  • bodhidharma
  • bodhidharma
  • bodhidharma
  • bodhidharma
  • bodhidharma
  • bodhidharma
You are here: Home Renungan Aku Bisa Berubah
Aku Bisa Berubah

Banyak orang berpikir tentang siapakah aku sesungguhnya? Mengapa aku dilahirkan, kalau di dalam kelahiran ini banyak kendala yang harus dihadapi? Mengapa aku dilahirkan di dalam keluarga yang setiap hari ayah dan ibu terus bertengkar? Mengapa aku dilahirkan tidak menjadi orang yang cakap? Mengapa aku dilahirkan di dalam keluarga yang untuk makan tiga hari pun harus bekerja dengan keras?

Sepertinya kata mengapa yang banyak terdapat dalam lagu-lagu pop Indonesia, pertanyaan yang dimulai kata mengapa itu masih terus bisa dilanjutkan tanpa akhir. Mengapa aku dilahirkan tidak memiliki otak yang pintar? Mengapa aku dilahirkan dalam wajah yang tidak cantik? Mengapa aku dilahirkan di dalam sebuah daerah yang penduduknya tidak mengenal sopan santun? Mengapa aku dilahirkan dan tidak memiliki kebahagiaan? Dan masih banyak kata mengapa yang belum dapat dan tanpa terjawab.

Kalau manusia boleh memilih, sebelum memasuki dunia ini, semua orang pasti memilih hal-hal yang bagus misalnya memiliki wajah ganteng dan manis, mempunyai otak yang cemerlang, memiliki kebijaksanaan, bisa melakukan apa yang tidak bisa dilakukan oleh orang lain, memiliki keluarga yang harmonis dan rukun, memiliki keluarga yang dapat membimbing, memiliki harta yang berlimpah, lincah, supel, disayangi oleh teman, disegani oleh lawan, dan lain sebagainya.

Tetapi sangat disayangkan pilihan itu tidak dapat dilakukan oleh seorang manusia pada saat manusia memasuki kelahirannya. Kenapa? Karena segala sesuatu yang akan kita masuki pada saat kehidupan ini telah diprogram terlebih dahulu oleh diri kita sendiri, oleh karma (perbuatan) kita di dalam kehidupan yang lampau.

Haruskah kita berputus asa bila memiliki keadaan jauh dari keinginan kita? Haruskah kita pasrah karena perjalanan hidup ini telah diatur oleh karma? Kalau kita mau merenungkan dan terus direnungkan kedua kalimat di atas, maka jawabannya adalah sangatlah tidak pantas kalau kita terus berputus asa dan pasrah akan kehidupan yang tidak kita sukai. Karena hidup kita tidak akan berubah hanya dengan pasrah dan putus asa, apalagi menenggelamkan diri dalam pencarian kebahagiaan sesaat menuju kehidupan yang tidak benar.

Meski ada bekal karma masa lalu ketika memasuki kelahiran kita dalam kehidupan ini, tapi karena karma pula kita bisa berubah, aku dapat berubah. Karenanya bila kita berada dalam keadaan yang tidak diingini, tidaklah perlu hidup ini diratapi dengan air mata. Setelah memasuki kehidupan ini, free-will kehendak bebas kita harus diaktualisasikan untuk menjadikan hidup semakin sempurna. Kita harus berusaha dapat mengisi kehidupan kita dengan berbuat kebajikan dan menjalaninya dengan senyum dan ketabahan.

Ada hal yang paling penting untuk disadari dan diyakini dengan baik bahwa dilahirkan sebagai manusia di dunia ini sudah merupakan karma yang baik, hasil usaha keras yang telah kita lakukan  di kehidupan masa lampau. Oleh karena itu janganlah menyesal menjadi manusia, karena dengan menjadi manusia kita dapat memiliki kebijaksanaan, karena dengan menjadi manusia kita dapat mengikis karma kita, dan karena dengan menjadi manusia, kita dapat menjadikan kehidupan yang akan datang menjadi lebih baik, karena dengan menjadi manusia kita dapat melepaskan penderitaan, belenggu kehidupan, dan berkeempatan menuju pembebasan. Nah…., bukankah karena karma aku bisa berubah?

 

Siapa yang Online

We have 1 guest online

Dharma Hari Ini

Jika Anda menderita dan membuat orang yang Anda cintai menderita, tidak ada yang dapat membenarkan keinginan Anda.  (Thich Nhat Hanh)

 

SocialTwist Tell-a-Friend