| Bagaimanakah Aku |
|
Benarkah ego mempunyai peranan penting bagi makhluk hidup untuk menghadapi kehidupan ini? Jika mau jujur, jawabannya, ya. Ego yang mempunyai peranan penting bagi kehidupan manusia ini, dapat kita sebut saja dengan istilah aku-fungsional. Sedangkan yang dimaksud oleh Buddha dengan Anatta adalah tidak ada ego-aku pada diri manusia secara substabsial atau hakekatnya. Manusia ketika lahir diberi nama, kemudian anak tumbuh besar dengan memakai nama itu, dan akhirnya identik dengan nama tersebut. Padahal, nama hanyalah sebagai fungsi untuk memudahkan maklhuk hidup bersosialisasi. Begitu pula dengan dengan aku. Aku itu bersifat fungsional sama halnya dengan nama, namun pada hakekatnya tidak ada (anatta). Bila kita lihat makhluk yang bernama “hewan”, mereka selalu mempertahankan diri untuk kelangsungan hidupnya, mereka seakan tidak peduli dengan kehidupan yang lain. Prinsipnya, jika lapar saya akan mencari makan tanpa harus tahu bagaimana menderitanya makhluk yang dimakan, seperti burung elang yang menyambar bebek, musang memangsa ayam, ular mematuk kelinci, harimau berburu rusa, atau burung pelican menangkap ikan. Apa ego kita harus seperti hewan ini?
Tetapi bagi hewan yang terdidik, mungkin ada perbedaan. Hewan seperti ini, misalnya anjing, monyet, bisa mengorbankan jiwanya demi menolong tuannya, jika mereka menyadari bahwa tuannya dalam keadaan bahaya. Adakah ego dalam makhluk seperti ini? Bila ada, adakah perbedaanya dengan hewan di atas dengan yang tidak terdidik? Ego memang dimiliki oleh setiap makhluk hidup, orang kaya, orang miskin, orang sehat, orang sakit, orang tua, orang muda, siapa pun dia tanpa pandang bulu. Kenapa harus ada ego pada diri manusia? Karena dengan ego kehidupan manusia dapat berfungsi. Namun, bila tindakannya tanpa ada ego, maka di dunia ini akan tidak ada yang namanya perbedaan, perselisihan, peperangan. Berarti jika tindakan berdasar pada tidak ada ego maka tidak ada peperangan. Bisakah kita bertindak dengan tanpa ego itu? Bila tidak, ya… paling minimal bertindaklah dengan ego-fungsional yang mendatangkan kebaikan, seperti hewan yang terdidik itu. |
Jika Anda menderita dan membuat orang yang Anda cintai menderita, tidak ada yang dapat membenarkan keinginan Anda. (Thich Nhat Hanh)
|




