Skip to content
  • bodhidharma
  • bodhidharma
  • bodhidharma
  • bodhidharma
  • bodhidharma
You are here: Home Dharma
Bodhidharma
video xincia

Untuk mendownload video ini klik disini

 
Lagu-Lagu Buddhis

List Lagu-Lagu buddhis

1.Dian Deng (Er Zhong Ban)
2.Dian Deng
3.Fo Guang Shan Zi Ge
4.Guo Ji Fo Guang Hui Hui Ge
5.Huan Yin Ge (Malaysia)
6.Huan Yin Ge (Singapore)
7.San Bao Song
8.Shi Fu Song
9.Si Hai Dou You Fo Guang Ren
10.Wo De Jia San Zai Fo Guang Shan
11.Yun Fu Zi Ge

Link lagu tersebut dapat di download di

http://www.indowebster.com/ (local link)

Atau

http://www.4shared.com

 
Kuan Yin yang Hidup



Dahulu kala di Tiongkok ada seorang pemuda bernama Chin Po-wan. Namanya sangat sesuai dengan keadaannya. Chin berarti ‘emas’, dan Po-wan artinya ‘banyak’, keluarganya memiliki koin emas yang tak terhitung banyaknya.

Karena namanya keberuntungan keluarganya, Po-wan berpikir dia akan selalu kaya raya sehingga ia menghambur-hamburkan uangnya, walaupun itu bukan untuk dirinya sendiri. Dia sangat iba melihat orang miskin yang memerlukan bantuannya, dia tidak pernah mampu menolak untuk menolong mereka. Orang miskin cukup menadahkan tangannya, dan Po-wan akan memberikan emas. Jika dia mendengar seorang janda dengan anak-anaknya kelaparan, dia menjamin bahwa mereka akan mendapat tempat untuk tinggal dan makanan sepanjang hidupnya. Po-wan memberi dengan tulus kepada mereka yang miskin dan papa.

Namun akhirnya, keberuntungan Po-wan yang luar biasa pun tak cukup, dia memberi terlalu banyak sehingga dirinya sendiri menjadi miskin. Saat dia hanya memiliki sedikit makanan, dia masih terus memberi mereka makanan walau hanya sedikit. Suatu hari ketika dia berbagi semangkuk nasi dengan seorang pengemis, tiba-tiba dia merasa sangat sedih karena dia hanya memiliki sedikit nasi untuk berbagi.

Read more...
 
PUISI-PUISI CHAN (5)

Interpretasi

Ven. Master Hying Yun

 

Setiap orang adalah makhluk yang memiliki dirinya sendiri.

Tidak dibutuhkan rencana untuk kebaikan dan kemuliaan.

Burung kepodang bernyanyi di bawah hangatnya matahari dan angin yang berhembus

Musim semi tersenyum pada pucuk-pucuk bunga.

 

“Setiap orang adalah makhluk yang memiliki dirinya sendiri. Tidak dibutuhkan rencana untuk kebaikan dan kemuliaan.” Saat kita mempraktekkan Dharma, bagian yang sangat penting adalah menemukan diri kita yang sesungguhnya. Sejauh kita mengenal diri sendiri dan kritis terhadap maksud-maksud kita, kita dapat damai dan menjadi diri kita sendiri. Kita dapat menjadi bahagia semata-mata karena pujian dari orang lain. Perasaan kita mungkin sakit ketika seseorang memandang diri kita tidak benar. Tampaknya kita tidak hidup bagi diri sendiri tetapi tergantung dari apa yang orang lain pikirkan tentang kita. Terdapat beberapa orang yang sangat berambisi, pikiran mereka akan terbatasi oleh fantasi-fantasinya. Orang yang lainnya setelah mendapatkan uang dan kemuliaan terikat oleh ketenaran dan kesejahteraan.

“Burung kepodang bernyanyi di bawah hangatnya matahari dan angin yang berhembus lembut, musim semi tersenyum pada pucuk-pucuk bunga.” Dunia dapat menjadi tempat yang lebih baik jika kita dapat menemukan semua kebenaran diri kita yang sesungguhnya dan mengembalikan pikiran kita kepada hakekatnya. Ketika orang lain memerlukan kasih sayang kita, kita berikan dengan senang hati. Ketika orang lain memerlukan pertolongan kita, kita berikan bantuan kita dengan sukarela. Kita seharusnya mengucapkan selamat kepada orang lain yang memang pantas untuk diberikan. Kita seharusnya selalu mencoba menolong orang lain kapanpun kita dapat melakukannya. Jika kita dapat mengetahui kapan menjadi baik dan menaruh kasih, kapan bergembira untuk orang lain, dan kapan memberikan, kita akan selalu dapat bersama dengan orang lain dengan sangat baik dan tidak terikat atau tertipu oleh sesuatu atau seseorang.

Kebenaran yang sesungguhnya meliputi orang lain dan diri sendiri, kebenaran itu menguntungkan orang lain dan juga diri sendiri. Jika kita dapat melihat bahwa diri sendiri dan orang lain hanyalah dua sisi dari uang logam yang sama, maka pikiran pun dalam keadaan seperti “Burung kepodang bernyanyi di bawah hangatnya matahari dan angin yang berhembus lembut.” Langit cerah dan angin berhembus lembut, burung-burung bernyanyi, bunga-bunga bermekaran. Kita damai dengan diri sendiri dan kita merasa baik mengenai diri kita sendiri.

Ada sebuah puisi yang ditulis pada jaman Dinasti Tang :

Saya mencari musim semi di mana-mana,

Tetapi musim semi tidak dapat ditemukan di manapun.

Di atas gunung saya lihat, sepatu saya robek,

Saya kembali dan secara kebetulan tersenyum melihat bunga plum berkembang

Lalu saya pun tahu musim semi adalah di sini, berada di antara cabang pepohonan

 

Kadang-kadang ketika sibuk dengan pikiran kita mencari sesuatu, sesuatu itu tidak dapat ditemukan. Jika kita tidak terlalu memperhitungkannya, tidak terlalu memikirkan memperoleh atau tidak, tidak terlalu mengharap. Maka anehnya, hasil-hasil yang terbaik sering terjadi begitu saja, seperti aliran air yang membentuk sebuah sungai. Kebajikan yang terbesar juga diperoleh dengan cara ini.

 

(Sumber: Ven. Master Hsing Tun, “Cloud and Water,” An Interpretation of Ch’an Poems, His Lai University Press, USA, 2000)

 
MAHA SESEPUH ASHIN JINARAKKHITA BERANILAH BERKATA BENAR BILA ITU BENAR

ParinirvanaNya Bhikkhu Ashin Jinarakkhita meninggalkan cerita yang tak ada habisnya. Begitulah mungkin bila orang besar itu meninggal. Banyak kisah di balik parinirvanaNya. Seperti peristiwa yang mendahuluiNya yang bisa menjadi pertanda. Peristiwa-peristiwa yang bila disimak dengan  sungguh-sungguh membuktikan kebesaran Bhikkhu Ashin sebagai bhikkhu pertama Indonesia.

Karena itu tidak mustahil riwayat hidup bhikkhu kelahiran Bogor ini akan menjadi legenda yang dicerna tak habis-habisnya oleh cucu murid yang ditinggalkanNya. Dan pesanNya untuk selalu memperjuangkan kebenaran akan selalu diingat oleh para penerusNya. Dari sosok pertapa Gunung Gede yang bijaksana ini selalu akan muncul cerita-cerita dan kisah yang memperlihatkan kebesaranNya sebagai pejuang Dharma.

Banyak jasa yang telah dilakukan selama perjuanganNya menebar benih Dharma di Nusantara membangkitkan kembali Agama Buddha di Indonesia. WawasanNya yang luas dan jauh ke depan, seperti konsep-konsep dan pemikiranNya bagi pengembangan Agama Buddha di Indonesia merupakan sebagian warisan yang tak ternilai yang masih perlu digali dan dikembangkan oleh penerusNya, disamping sebagian warisan lainnya seperti mendirikan dan meninggalkan berbagai jenis organisasi Buddhis berskala nasional.
 

Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 Next > End >>

Page 1 of 5

Siapa yang Online

We have 3 guests online

Dharma Hari Ini

SocialTwist Tell-a-Friend