|
Pusdiklat Buddhis Bodhidharma Pusat, Bandungan, Semarang, Jawa Tengah merupakan lembaga keagamaan yang berada di bawah bimbingan Sangha Mahayana Indonesia (SMI) dan telah terdaftar secara resmi baik di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (DEPKUMHAM) maupun di Departemen Agama Republik Indonesia (DEPAG RI) sebagai Badan Usaha Non Profit yang bergerak di bidang Keagamaan, Pendidikan, dan Sosial. Pusdiklat Buddhis Bodhidharma Pusat berdiri pada 2 Desember 2001 diresmikan oleh Menteri Agama dan Gubernur Jawa Tengah kala itu, Prof. DR. H. Said Agil Al Munawar dan H. Mardiyanto.
Pusdiklat Buddhis Bodhidharma, penamaan tempat ini sebagai pusdiklat, sesuai dengan cita-cita Bodhidharma yang menitikberatkan ajarannya pada pendidikan dan pelatihan. Pusdiklat Buddhis Bodhidharma memfokuskan kegiatannya pada pendidikan, pelatihan, dan pembinaan Umat Buddha demi kemajuan sumber daya manusia buddhis. Sejak berdiri hingga sekarang, Pusdiklat Buddhis Bodhidharma telah berusia sepuluh tahun. Selama satu dasawarsa tersebut, Pusdiklat Buddhis Bodhidharma telah berupaya untuk mengembangkan Buddhadharma. Upaya-upaya tersebut meliputi 3 pilar kegiatan utama, yaitu: pembinaan umat, pendidikan, dan sosial kesehatan.
Dalam Rangka Dasawarsa kali ini, kami mengadakan beberapa rangkaian kegiatan, yaitu: Bakti Sosial Pengobatan Gratis, Pekan Pelatihan Diri (Asthasila), Bazar Sembako Murah, Pemberian Penghargaan bagi Romo Sesepuh Tokoh Agama Buddha Jawa Tengah, dan Doa Keselamatan dan Perdamaian Bangsa oleh Tokoh-Tokoh Agama di Jawa Tengah. Bakti Sosial Pengobatan Gratis telah dilaksanakan 4-9 Desember 2011 bagi lebih dari 1.000 pasien warga Kebumen, Temanggung, Bandungan, Pati, Jepara, dan Bantul. Asthasila telah dilaksanakan 26-31 Desember 2011 lalu yang diikuti sekitar 100 remaja buddhis di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. Bazar Sembako Murah dilaksanakan 7 Januari 2012 yang ditujukan bagi lebih dari 1.000 warga buddhis di Jawa Tengah.
Acara ritual dimulai pukul 09.00 WIB dengan doa oleh Sangha Mahayana Indonesia yang dipimpin oleh Bhiksu Kusala Phassa Sthavira, dilanjutkan doa oleh Sangha Theravada Indonesia yang dipimpin langsung oleh Bhikkhu Jotidhammo Mahathera, Sanghanayaka Sangha Theravada Indonesia. Berikutnya adalah persembahan makanan kepada Para Buddha, Bodhisattva, Mahasattva (Sangkung) yang dimpimpin oleh Bhiksu Kusala Sasana Mahasthavira, Bhiksu Matra Maitri Mahasthavira, dan Bhiksu Kusala Phassa Sthavira diikuti oleh para tamu undangan dan lebih dari 1000 umat yang hadir.
Setelah acara ritual berakhir, selanjutnya adalah acara seremonial. Diawali dengan sambutan oleh Pimpinan Pusdiklat Buddhis Bodhidharma Pusat, Bhiksu Vidya Sasana Sthavira. Sambutan dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah diwakili oleh Bapak Sayit, S.Ag, SH., MH., selaku Pembimas Buddha Jawa Tengah. Berikutnya adalah sambutan dari Perwakilan Gubernur Jawa Tengah. Acara dirangkai dengan Doa Keselamatan dan Perdamaian Bangsa dipimpin oleh Sekjen KASI, Bhikkhu Dhammakaro Thera, didampingi oleh tokoh agama lain dari Forum Kerukunan Umat Buddha (FKUB) Jawa Tengah. Selanjutnya adalah pemberian cinderamata kepada para Anggota Sangha dan tamu-tamu kehormatan yang dilanjutkan dengan pemberian selendang tanda penghargaan kepada Para Romo Sesepuh Tokoh Agama Buddha yang telah sekian lama mengabdikan diri demi perkembangan Agama Buddha Jawa Tengah.
Fokus utama dalam Peringatan Dasawarsa kali ini adalah Doa Keselamatan dan Perdamaian Bangsa. Seperti kita ketahui bersama, sepanjang 2011 banyak gejolak yang terjadi di bangsa kita. Tidak sedikit peristiwa-peristiwa memanas di beberapa daerah di Indonesia yang mengganggu kestabilan bangsa dan negara. Aksi anarkis, bentrokan berdarah, demostrasi yang berujung kekerasan, dan pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia mewarnai perjalanan demokrasi negeri ini sepanjang 2011. Berkaca dari itu, kami berinisiatif untuk mengadakan Doa Keselamatan dan Perdamaian Bangsa di awal 2012 ini sehingga perjalanan pemerintahan demokrasi di negeri ini dapat berjalan lancar dan damai. Sudah saatnya para elit politik dan pemerintahan mengobati dahaga kedamaian dan ketentraman bagi seluruh warga negara. Oleh karena itu, pada awal tahun 2012 yang baik ini kami mengajak para tokoh agama, seluruh elemen masyarakat Jawa Tengah, dan seluruh warga Negara Indonesia untuk bersama-sama memanjatkan doa demi terciptanya bangsa yang damai dan sejahtera. Dengan kondisi yang kondusif, pemerintah dapat menjalankan roda demokrasi yang lurus, masyarakat dapat menjalankan aktifitas dengan aman dan nyaman, dan para generasi muda dapat menuntut ilmu dan belajar dari generasi-generasi terdahulu sehingga di masa depan dapat meneruskan langkah bangsa ini. Karena di tangan-tangan generasi mudalah nasib bangsa ini ditentukan.
Segala sesuatu yang diawali dengan tekad, doa, dan usaha yang baik akan memberikan hasil yang baik pula. Dengan segenap keyakinan dan tekad kita bersama, kita optimis bahwa negeri ini akan terus maju meghadapi tantangan-tantangan global di masa depan. Semoga doa yang kita panjatkan bersama-sama memberikan kesejukan, kedamaian, dan ketentraman bagi segenap warga Negara Indonesia. Semoga semua makhluk berbahagia.(_pan*)
|